Postingan

Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. Kita Wisuda me l ayani jasa konveksi baju toga, se l empang, dan pembuatan meda l i maupun plakat. Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya :    Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; · SMA A l -Irsyad Purwokerto; · Universitas A l -Irsyad Ci l acap; · MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; · Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; · Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; · MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga wisuda,

Wisuda Lebih Seru dan Menarik

Hari wisuda adalah hari membanggakan yang pastinya menjadi suatu hal yang wajib diabadikan. Wisuda merupakan momen kelulusan yang tentunya sangat kamu tunggu-tunggu. Wisuda adalah tanda bahwa kamu telah menyandang gelar dan rangkaian terakhir dari perkuliahanmu yang sangat panjang dan penuh perjuangan. Tentunya disaat momen wisuda ini ada orangtua yang senantiasa mendampingi anaknya dan tidak lupa untuk foto bersama keluarga serta teman-teman yang datang. Setiap gaya berfoto pun ada baiknya disesuaikan dengan background fotonya. Background Klasik untuk Foto Keluarga Wisuda merupakan salah satu pilihan yang wajib kamu lakukan saat bersama keluarga. Foto formal tentunya akan memiliki background klasik. Hal ini juga akan seru ketika foto wisuda hendak kamu pajang di dinding ruang tamu rumah kamu. Wisuda umumnya memakai kebaya sebagai dresscode-nya. Untuk bapak menggunakan batik atau setelan jas, sedangkan ibu menggunakan kebaya atau pakaian formal lainnya.  Oya, saat wisuda pasti kamu aka

Cinta Antara Toga dan Wisuda

  The Journey to be a SARJANA 3 setengah tahun lalu, setelah memasuki semester pertama Di ruang nomor 301 lantai 3, Rumah Sakit. Sesosok wanita terbaring lemah tak berdaya tengah ditemani oleh 2 perempuan yang sedang menjenguknya. Wanita paruh baya itu terus menggenggam erat adiknya lantaran menahan sakit yang tak tertahankan. "Kak, maaf aku belum bisa membayar hutangku di waktu dekat ini. Semua uangku habis untuk membeli rumah dan juga untuk mendaftarkan Varsha ke Perguruan Tinggi," ujar Ana menjelaskan. Sang kakak menggeleng lemah, "Tidak apa-apa. Aku ikhlas, asal anak mu harus lulus Sarjana dengan membanggakan. Toh, mungkin....waktuku di dunia ini sebentar lagi akan habis," "Kak..." Ana tidak bisa menahan air mata kesedihan hingga ia menggenggam tangan sang kakak lebih erat. Dan suasana kesedihan menyelimuti di ruang inap. - - Varsha tersadar dari lamunan saat dosen di hadapannya menjentikkan jemarinya di depan matanya. "Varsha, wake up. Stop bein&

Bekerja Keraslah Sampai Kampusmu mengundang dirimu

Aku memasuki bangunan besar yang sangat familiar dan sudah sepuluh tahun lamanya tidak ku kunjungi. Tempat ini tidak banyak berubah, masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Aku masih hafal seluk-beluk tempat ini, sampai ke sudutnya sekalipun. Mungkin karena saat ini masih jam kuliah, tidak terlalu banyak mahasiswa yang bercengkerama di lobby. Ya, tempat ini adalah universitas di mana aku menuntut ilmu sepuluh tahun yang lalu. Aku menekan tombol lift untuk menuju ke ruang auditorium. Sampai di sana, sudah ada beberapa orang berkerumun di depan ruangan. Kemudian aku dihampiri oleh salah satu mahasiswi yang memakai jaket BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan menyapaku dengan nada riang, “halo Mas Ricky, saya Lia. terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk datang.” Aku pun diantar menuju ruangan tunggu yang berada di belakang ruang auditorium. Ruangan ini sudah jauh lebih rapi dibanding ketika zamanku dulu, ditambah beberapa hiasan estetik di sekitar ruangan. Selama menunggu, aku ditem

Ketika Wisuda Didukung orang-orang Tercinta

  Skripsi Salsa “Kalau bab lima kamu nggak beres-beres, berarti memang ada masalah di dalam skripsi kamu. Jalan terakhir cuma ada satu, kamu harus ganti judul dan ngulang dari awal!” Itu adalah ucapan paling horor yang baru aku dengar beberapa menit lalu, tepat setelah bangun tidur. Aku yang sedang berpura-pura menjadi ulat bulu di atas kasur, mendadak berubah menjadi buaya yang keras dan berbahaya.  Pak Budiman, beliaulah yang meneleponku berkenaan dengan skripsi. Aku memang belum memberikan revisian bab limaku kepadanya. Kukira, bab lima adalah bab paling mudah yang bisa kukerjakan kapan saja. Namun saat sudah selesai, malah banyak hal yang harus diubah. Tentu saja, revisian itu membuat aku bingung. Apa yang harus kutuliskan? Semua hal yang dia anjurkan sudah diselesaikan. Namun tetap saja, bab lima menjadi bab pamungkas dan paling lama mendapatkan ACC. Aku menggeliat dari atas kasur. Berbarengan dengan hal tersebut, ada ketukkan pintu di pintu kamar kosku.  Aku berjalan lemah, lanta