Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. Kita Wisuda me l ayani jasa konveksi baju toga, se l empang, dan pembuatan meda l i maupun plakat. Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya :    Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; · SMA A l -Irsyad Purwokerto; · Universitas A l -Irsyad Ci l acap; · MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; · Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; · Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; · MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga wisuda,

Journey of Kita Wisuda 4


Jika boleh diberi peringkat, maka pemasukan Kita Wisuda terbesar setelah toga wisuda adalah pengadaan selempang. Khusus produk selain jasa sewa toga, maka tentu saja saya bekerjasama dengan penjahit, pengrajin, dan tukang bordir di dalamnya. Karena saya tidak bisa menjahit, membuat medali, apalagi membordir, yang bisa saya lakukan hanya promosi dan promosi.
Si tukang bordir merupakan mitra kita wisuda terbaik. Cepat dan responsif. Begitupun pengrajin medali dan penjahit selempang. Mitra yang agak kurang adalah penjahit toga. Kendati demikian, tetap bisa ditoleransi karena masih bisa deadline dan tepat waktu.
Hal yang membahagiakan adalah hubungan kemitraan yang terjalin baik dengan sekelompok orang tersebut. Setiap kali saya datang ke tempat mereka, selalu disambut dengan ramah dan hangat. Saya bisa merasakan bahwa mereka bahagia dengan kedatangan saya. Karena ketika datang sudah bisa ditebak pasti membawa pekerjaan untuk mereka. Seolah-olah saya adalah malaikat pembawa rizki yang diutus Tuhan.
Ah, padahal yang saya bawa seringkali bukan proyek-proyek besar yang mungkin sampai ratusan ataupun ribuan potong kain, melainkan dua atau tiga garapan saja. wkwkwkk. Akan tetapi, nyatanya mereka tetap senang mendapatkan garapan tersebut. Kadang saya sampai malu sendiri dengan sambutan yang begitu baik, karena garapan pekerjaan yang saya bisa bawa hanya sebatas itu, tapi sambutan mereka tetap luar biasa seperti memperoleh proyek besar. Kadang disuguhi cemilan, kopi, rokok, dsb. Meski tidak setiap hari, tapi bagi saya itu cukup berlebihan, karena tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan pekerjaan yang bisa dibawa.
Khusus si tukang bordir, tampaknya tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, si pengrajin medali, dan penjahit selalu ramai. Tapi tidak halnya dengan si tukang bordir (mungkin). Sehingga sambutannya terhadap saya adalah yang paling antusias dibanding yang lain (meskipun mereka juga sama antusiasnya). Bahkan ga cuman si tukang bordir, istrinya, anaknya, saudaranya, dan orang tuanya pun menyambut dengan gegap gempita. Senyuman dan kehangatan terasa dimana-mana yang selalu membuat saya betah untuk datang kesitu. Bahkan ibunda dari si tukang bordir pernah berkata. “wah rame ya mas laris bordirane, syukurlah jadinya anak saya bisa bekerja, hehehee”. Mendengar itu diucapkan oleh orang tua si tukang bordir sungguh membahagiakan. Saya merasa punya manfaat bagi orang lain, tidak sia-sia hidup di dunia.
Padahal sekali lagi, garapan pekerjaan yang saya bawa hanyalah satu atau dua potong. Tapi mereka begitu menghargainya. Mungkin itulah yang menyebabkan orang-orang desa tetap bisa bahagia meski hidup dalam kesederhanaan kali ya, mereka selalu mensyukuri apa yang ada. Tidak semata-mata melihat dari sedikit dan banyaknya jumlah pekerjaan yang ada.
Namun saya sok bijak menjawab pernyataan dari bundanya tersebut, “emang udah rejekinya bu, saya hanyalah perantara, tetap saja yang memberi rizki adalah yang maha kuasa, bukan saya”. Hehehe.. Berasa alim banget saya ketika mengucapkan hal itu.
Sampai-sampai karena dulu sempat ramai saya membawa garapan, dan suatu ketika mendadak sepi, si tukang bordir sampai sms dan mengatakan “gimana mas ada kerjaan bordir lagi tidak, ko sepi?”. Seolah dia sepenuhnya bekerja untuk saya, padahal tentu saja tidak demikian, dan kalaulah ada pasti saya langsung datang ke tempatnya untuk meminta dibordirkan tanpa harus di sms lagi. Hal ini sangat memotivasi saya untuk lebih giat lagi dalam berpromosi, agar seluruh mitra mendapat pekerjaan lebih banyak lagi sesuai harapan, dan tentu bisa mencukupi segenap kebutuhan keluarganya.
Memang sesungguhnya akan ada perasaan lega ketika tahu bahwa ternyata hidup kita mempunyai manfaat bagi orang lain. Semoga hubungan baik ini terus berlanjut sampai tiba saatnya Kita Wisuda dengan seluruh mitranya memperoleh proyek-proyek besar dari segenap perusahaan, pemerintahan, maupun institusi pendidikan. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang!

TIDAK ADA GELAR YANG SIA-SIA

Peraturan Sewa Toga Purwokerto