Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. Kita Wisuda me l ayani jasa konveksi baju toga, se l empang, dan pembuatan meda l i maupun plakat. Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya :    Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; · SMA A l -Irsyad Purwokerto; · Universitas A l -Irsyad Ci l acap; · MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; · Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; · Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; · MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga wisuda,

Detonator Kebaikan

Alhamdulillah...

Bisa menyempatkan diri berziarah ke makam kakek-nenek saya di kampung halaman Ibu di deesa timbang cilimus - kuningan.

Mereka adalah contoh cinta dunia akherat, hingga dikebumikan pun berdampingan.

Tiba-tiba teringat masa-masa dulu tahun 2002 awal (kalo tidak salah). saat itu kakek saya sedang dirawat di RS Islam Siti Fatimah Cirebon (sekarang sudah tidak ada).

Entah kenapa setiap kali abah sakit waktu itu, beliau hanya mau dirawat di RS Siti Fatimah, tidak mau ke RS lain yang bisa saja lebih bagus.

Saat rawat inap, beliau seringkali meminta saya untuk membacakan kitab suci disamping tempat tidurnya. Saya ingat waktu itu suratnya Yaasin, Ar-rahman, Al-waqiah, dan Al-mulk, sesuai permintaan dari beliau yang didukung mamah.

Saya yang ketika itu sedang duduk di bangku SMP sebenarnya capek juga membaca surat sebanyak itu sekaligus, atau males lebih tepatnya.. hehee..

Namun melihat kondisi beliau yang sakit parah, saya selalu memaksakan diri membacanya hingga lama-lama terbiasa, dan kadang baru selesai setelah mengaji durasi 2 jam an.

Tahukah kamu, bahkan abah minta ke saya bahwa khusus surat Yaasin agar dibaca sebanyak 3 kali, yang lainnya baru satu-satu. waduhh.. pegel binggo...wkwkwkk.

Dalam kurun 1 minggu itu, setiap hari saya berangkat sekolah dari RS. mandi, menyiapkan buku pelajaran, dan memakai seragam sekolah di RS, dan ketika pulang sekolah pun langsung kembali ke rumah sakit. tidak pulang ke rumah. jadi saya makan, tidur, dan mandi di rumah sakit.

Karena memang mamah saya saat itu sedang sendirian merawat dan menjaga beliau, saudara dan bapa saya posisinya di luar kota. Akhirnya saya yang di cirebon ikut menemani dan membantu mamah.

Saya melihat dengan jelas bagaimana baktinya mamah mengurus abah tanpa ada rasa canggung ataupun jijik.

Mulai dari memandikan dan mengurus hajat kamar mandinya, mengurus keperluan wudhu untuk shalat, pola makan, dsb.. itu semua 80% dilakukan di tempat tidur karena Abah belum stabil berdiri dan berjalan.

Saya tentu siap disuruh apa saja untuk membantu mamah sebagai tenaga pembantu. "gam ambilin ini, gam beliin ini, gam panggilin dokter, gam bawain botol, gam ambilin lagi air inpus, dan bla bla bla".

Oleh karenanya, ketika disuruh ngaji di samping abah oleh mamah pun mungkin itu hal terbaik yang bisa saya lakukan. Terutama setiap abah menjelang tidur dan istirahat dimalam hari.

Sesekali (atau berkali-kali sih) bacaan saya yang salah beliau ikut mengoreksi dan membenarkan. membuat saya tahu bahwa beliau benar-benar menyimak, tidak sekedar mendengarkan.

Padahal saya selalu mengira beliau sudah tertidur, maksudnya biar saya bisa segera berhenti mengaji gitu.. eh ternyata tidak. hehee.

Ada momen unik di suatu pagi ketika saya mau berangkat sekolah. Saat saya berpamitan ke mamah dan abah untuk pergi kedepan jalan menunggu angkutan umum. 

Abah tiba-tiba langsung bergegas panik dan agak tergesa-gesa mengambil sesuatu dari balik bantalnya.. oh ternyata beliau hanya ingin memberikan saya uang seolah tanda terima kasih karena sudah dingajiin.

Jumlahnya 10ribu rupiah.. waktu itu jumlah yang besar (2002) apalagi untuk anak SMP seusia saya. tentu sebagai cucu saya seneng sekali dikasih uang waktu itu.

Mamah yang menyaksikan pemandangan itu tertawa, karena menurutnya ke anak-anaknya pun abah jarang memberi uang. 

Cukup menggelikan juga melihat tingkah abah yang seperti kepanikan mencari sesuatu. kirain ada darurat apa gitu.. eh ternyata cuma mau ngasih uang. hehee.. padahal kitanya sih udah was-was 😂.

Saya yakin mamah selalu ingat momen itu, karena sesekali suka dibahas kalo kita sedang ngobrol santai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang!

TIDAK ADA GELAR YANG SIA-SIA

Peraturan Sewa Toga Purwokerto