Postingan

Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. Kita Wisuda me l ayani jasa konveksi baju toga, se l empang, dan pembuatan meda l i maupun plakat. Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya :    Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; · SMA A l -Irsyad Purwokerto; · Universitas A l -Irsyad Ci l acap; · MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; · Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; · Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; · MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga wisuda,

Kebahagiaan Guru Honor

Begitu mulianya hati para Orang Tua murid yang telah mewujudkan impian salah satu tenaga pendidik mereka...🙏🙏😇😇 Semoga dibalas lebih baik oleh sang pencipta.. Salam Honorer

Ikatan Guru Indonesia

IGI Mendukung Kemdikbud Memastikan Seluruh Sekolah Di Indonesia Bebas Honorer Alhamdulillah, perjuangan panjang Ikatan Guru Indonesia untuk menempatkan Guru pada posisi terhormat dan membebaskan guru dari penghinaan berupa upah murah dengan cara penghapusan sistem honorer telah membuahkan hasil. Komisi II DPR RI bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sepakat untuk memastikan tidak ada lagi status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Demikian dikutip dalam kesimpulan rapat yang diadakan di ruang rapat Komisi II, gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). "Dengan demikian ke depannya secara bertahap tidak ada lagi jenis pegawai tetap, pegawai tidak tetap, tenaga honorer, dan lainnya," jelas kesimpulan rapat. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) han

Guru dan Teknologi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan, teknologi akan menjadi salah satu prioritasnya dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Namun, penggunaan teknologi itu tidak akan menggeser atau mengganti peran guru. Mendikbud mengatakan, beberapa pihak yang mengkhawatirkan tergantikannya peran guru oleh teknologi merupakan pemikiran yang salah kaprah. Fokus dari teknologi, kata Nadiem, yakni untuk membantu seluruh manusia di dalam sistem dalam melaksanakan tugasnya dengan cara yang lebih baik. “Teknologi itu untuk memperbaiki atau meng-enhance, meningkatkan kapasitas (guru), bukan untuk replace atau menggantikan,” kata Mendikbud Nadiem di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Nadiem dan diksi ‘teknologi’ memang berkelindan erat. Latar belakang Nadiem sebagai pebisnis berbasis aplikasi digital merupakan alasannya. Diksi ‘teknologi’ pun terlontar dari Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Nadiem Anwar Makari

Murid Hebat Berarti Guru Hebat

Gambar
Keberhasilan pelajar di sekolah tidak hanya ditentukan antusias belajar yang tinggi. Banyak penopang lain untuk mewujudkan prestasi gemilang. Tidak banyak orang menyadari bahwa keberhasilan atau prestasi yang di gapai oleh pelajar kita sesungguhnya bukan murni hasil jerih payah pelajar itu sendiri, ada peran penting guru disana, disamping peran signifikan orangtua. Guru merupakan suatu pekerjaan yang mulia, dan disebut sebagai tenaga profesional sebagaimana telah diakui dan diatur dalam Undang-Undang. Hal ini berarti tidak sembarangan orang dapat menjadi guru, hanyalah mereka yang memiliki keahlian. Inti dari sebuah sekolah adalah guru. Guru merupakan “Kurikulum Hidup”. Bisa dibayangkan jika di dunia tidak ada guru. Kita tetap akan menjadi pribadi yang cerdas, namun dalam skala primitif. Ditangan gurulah masa depan siswa dipertaruhkan. Guru Teladan, Murid Dambaan Soekarno (Presiden Pertama RI) menyatakan bahwa guru hanya bisa memberi apa yang dia miliki, bukan apa yang i

ANTARA NADIEM DAN ANAK KAMPUNG

ANTARA NADIEM DAN ANAK KAMPUNG Aku bukan Jokower (juga Prabower), tapi harus kuakui bahwa menteri pilihan Jokowi memang cadas. Dulu ada Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan jargon "tenggelamkan!" Sekarang ada Erick Thohir yang mengosek bersih BUMN dan memasang Ahok sebagai komisaris utama Pertamina. Sip wis, apik Hir!  Para pejabat bedebah nggak bisa tidur tenang lagi. Perlahan tapi pasti akan ketahuan bajingannya. Mungkin akan bernasib sama kayak Ari Askhara, dirut Garuda yang lengser keprabon setelah ketahuan ngutil motor Harley Davidson dan pit onthel Brompton.  Di dunia pendidikan ada Nadiem Makarim yang merombak total sistem pendidikan yang sudah usang dengan kebijakan yang diistilahkan dengan "merdeka belajar". Bagaimana caranya proses belajar bisa membahagiakan guru dan siswa. Sesuai dengan konsep Taman Siswa yang dicanangkan oleh Ki Hadjar Dewantara, mbahe arek-arek.  Belajar itu harus bahagia. Yak opo carane kudu bahagia. Jadi kalau kamu b

TIDAK ADA GELAR YANG SIA-SIA

Gambar
Wisuda ditengah restu orang tua Bunda, jangan pernah minder apalagi merasa terhina menjadi sarjana ibu rumah tangga. Perempuan bisa sukses jadi bos di kantor, tapi belum tentu sukses sebagai istri atau ibu. Masih banyak masyarakat yang merendahkan seorang ibu rumah tangga dengan gelar sarjana. Dengan alasan buat apa belajar dan menghabiskan biaya begitu mahal, tapi akhirnya menjadi ibu rumah tangga. Orang berpikir untuk apa sekolah tinggi hingga mencapai gelar doktor, namun akhirnya hanya bekerja di rumah. Bukankah itu sama dengan menyia-nyiakan ilmu yang telah kita dapatkan? Padahal, dalam Islam profesi ibu rumah tangga ibarat seorang ratu. Ia menjadi pemimpin di rumah suaminya. Hal itu merupakan pekerjaan dan karier terberat dibanding segala profesi yang ada. Balasannya pun tidak main-main, yaitu surga. Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan. Dan, sebaik-baik perhiasan ialah wanita salihah—wanita yang baik dalam agamanya, rumah tangganya, serta pergaulannya.

Guru Menanggapi Kebijakan

Setiap kebijakan selalu menuai pro dan kontra. Tidak selamanya berlaku bagi semua orang. namun tidak banyak pula yang berani menyuarakan keresahannya. Akan tetapi, Bapak guru yang satu ini berani dengan gagah dan lantang menyuarakan aspirasinya di depan menteri pendidikan kita. Setiap dialektika yang terbangun adalah demi tujuan bersama. Memajukan kualitas pendidikan kita, simak keterangannya. Bagaimana menurut tanggapan Anda sebagai pendidik?