Postingan

Menampilkan postingan dengan label sekolah

Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang di Layanan CV Kita Wisuda!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. CV Kita Wisuda melayani jasa konveksi dan sewa baju toga wisuda, selempang wisuda, dan pembuatan plakat maupun medali wisuda . Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya : Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; SMA A l -Irsyad Purwokerto; Universitas A l -Irsyad Ci l acap; MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga w

Sewa Toga Wisuda Terdekat dan Terpercaya

Gambar
Kita Wisuda memiliki stok toga wisuda yang tersimpan aman di gudang penyimpanan dan tentunya dirawat secara berkala... Berbagai macam ukuran dari anak-anak hingga dewasa tersedia untuk disewakan dimana pun dan kapan saja... Bagi Anda yang menghendaki persewaan toga wisuda dalam jumlah massal tidak perlu khawatir, karena berapa pun yang dibutuhkan Kita Wisuda siap untuk melayani... Termasuk bagi Anda yang berada di luar kota (bukan di Purwokerto sebagai lokasi kita Wisuda berada) maka tak perlu juga merasa jauh, ribet, dan terhambat untuk menyewa jasa toga kami... Faktanya, berbagai kota telah disambangi oleh Kita Wisuda untuk aktivitas persewaan toga wisuda dari semua ukuran. Untuk ongkir pun kita bisa tetapkan dibawah rata-rata bahkan sangat terjangkau dalam jumlah tertentu... Beberapa ketentuan untuk sewa toga wisuda domisili luar kota bisa dilihat pada link berikut. Simpel, mudah, dan praktis.. https://docs.google.com/document/d/1QjY_c5jIRgg0ylt9nzow98O-nEoyWB0dz28POyhe2c4/edit?usp=

Antara Gengsi dan Tuntutan Pasca Wisuda

Sekolah Tinggi-Tinggi Sampai Sarjana Kok Ujung-Ujungnya Jualan, Tidak Berguna Dong Ijazahnya Siapa yang bingung dengan orang yang menganggap dagang atau berjualan itu hina dan rendah di matanya?  Apakah seperti itu sebuah penghinaan atau bukan? Sampai ada orang bilang seperti ini : "sekolah tinggi-tinggi sampai sarjana kok ujung-ujungnya berdagang? Motivasi sekolah itu apa? Salah satunya meningkatkan taraf hidup, bukan? Kalau di rumah bisa begitu kenapa tidak? Kerja di kantor? Itu dinamakan dagang skill juga yang membedakan bungkusnya doank jadi malunya kenapa dan dimana? Jangan pernah malu dan gengsi ketika mencari uang yang halal. Jangan pernah malu dan gengsi ketika berdagang karena itu adalah suatu pekerjaan yang mulia. Jangan pernah minder sama yang bekerja kantoran pakai baju dinas yang bagus sementara kita dagang ngendon dirumah pakai baju biasa setiap hari tidak masalah karena dunia kerja itu bukan pameran baju yang bagus.  Gengsi dan malu perlu, hanya saja jangan pernah m

Cinta Antara Toga dan Wisuda

  The Journey to be a SARJANA 3 setengah tahun lalu, setelah memasuki semester pertama Di ruang nomor 301 lantai 3, Rumah Sakit. Sesosok wanita terbaring lemah tak berdaya tengah ditemani oleh 2 perempuan yang sedang menjenguknya. Wanita paruh baya itu terus menggenggam erat adiknya lantaran menahan sakit yang tak tertahankan. "Kak, maaf aku belum bisa membayar hutangku di waktu dekat ini. Semua uangku habis untuk membeli rumah dan juga untuk mendaftarkan Varsha ke Perguruan Tinggi," ujar Ana menjelaskan. Sang kakak menggeleng lemah, "Tidak apa-apa. Aku ikhlas, asal anak mu harus lulus Sarjana dengan membanggakan. Toh, mungkin....waktuku di dunia ini sebentar lagi akan habis," "Kak..." Ana tidak bisa menahan air mata kesedihan hingga ia menggenggam tangan sang kakak lebih erat. Dan suasana kesedihan menyelimuti di ruang inap. - - Varsha tersadar dari lamunan saat dosen di hadapannya menjentikkan jemarinya di depan matanya. "Varsha, wake up. Stop bein&

Kita Bisa kok Jadi Tokoh Utama

Gambar
"Jika saya memberi kamu uang, maka kamu akan mendapatkan uang, dan uang saya jadi berkurang karenanya. Namun Jika saya memberi kamu ilmu, maka kamu akan mendapatkan ilmu, dan saya tetap memiliki ilmu tersebut di kepala saya". Albert Einstein. Albert Einstein yang sangat masyhur sebagai ilmuwan kenamaan, siapa yang tak tahu dia?. Namanya tercantum dalam daftar 100 orang berpengaruh peringkat 6 dari buku karya Michael H. Hart. Namun kita tidak akan membahas tentang Einstein disini, melainkan makna dari ucapan beliau yang sepertinya masih relevan meski era sudah digital. Sesuatu bersifat abstrak memang tidak bisa kita sentuh dan cium, tapi seringkali akan menentukan sejauh mana kualitas hidup kita kedepan lho. Disinilah kemudian paradoks dan masalah terjadi. Kita cenderung tidak menghargai dan menganggap penting ketika sesuatu tidak tampak secara fisik apalagi tak terjamah. Yaph.. Otak manusia memang malas dan capek berpikir ribet sehingga mereka akan merasa praktis dan aman sec

Waspada terhadap toxic news

Gambar
Belakangan ini portal berita online maupun offline banyak dijejali berita 19 detik. Lama kelamaan hal ini menjadi semacam "toxic news", mungkin ada baiknya filtering berita-berita sekitar kita agar jauh dari unsur justifikasi, sindiran, nyinyiran, dan menyalahkan meski sekedar hiburan. Bahkan kalau perlu off saja sementara waktu. Karena semakin kita mengikuti, semakin besar pula energi negatif yang kita serap. dengan off atau puasa dari media sosial maka kita tak perlu lagi waspada terhadap toxic news. Terkadang tidak lebih tahu seperti kebanyakan orang itu justru lebih menyamankan, dan baik untuk kesehatan. Terlebih jika bicara manusiawi, toh semua orang pasti memiliki aib karena kita bukanlah malaikat, bedanya aib kita tidak ketahuan aja (atau belum). Ingatlah ada pihak-pihak yang tersakiti disaat kita tertawa dan "merasa suci" akibat adanya berita terkait. Manusia tidaklah tercipta untuk itu. Manusia adalah ketika dirinya melihat suatu kedzaliman, maka Ia diam da

Reformasi Pendidikan dilanda ujian

Nasib pendidikan ditengah pandemi, infrastruktur pendidikan, hingga sub-komponen lain yang mempengaruhi kualitas pendidikan nasional. Era neoliberalisme yang selama ini menjadikan pendidikan sebagai komoditi bisnis pun kabarnya sedang diambang keruntuhan. Namun, ditengah wabah Corona ini nyatanya praktik pendidikan di Indonesia tak juga menyenangkan. KBM hanya sekedar dipindahkan dari yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka di kelas nyata, sekarang bertatap muka via dunia maya dengan jumlah murid yang sama. Sekolah-sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA tidak bisa menjalankan pembelajarannya di dalam ruang kelas. Reformasi pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua. Berbagai metode pembelajaran ditawarkan agar perkuliahan dan pembelajaran bisa tetap berjalan ditengah wabah yang menjangkit ini, hingga saaat ini belum ada metode yang memadai dalam menjalankan aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien untuk keberlangsungan pendidikan yang berkualitas ditengah wabah Covid-19 ini.

Berbakti mengundang rejeki, Durhaka mengundang petaka

Gambar
     Semua maklum dengan kisah sang Malin kundang yang konon dikutuk menjadi batu akibat durhaka kepada ibunya. Kisah ini memang fiktif, namun tersirat pesan bermakna didalamnya.      Coba perhatikan Orang-orang terdekat sekitar kita. Setiap orang dalam satu keluarga pada umumnya memiliki satu yang berhasil sementara yang lain kurang (dari segi materi). Ini merupakan fitrah manusia yang ditetapkan yang Kuasa, tentunya ada banyak pelajaran dibaliknya.      Pertanyaannya? Apakah Anda termasuk yang berhasil tersebut atau yang bukan?. Ternyata beda takdir akan materi tersebut ditentukan oleh diri sendiri, bukan semata ditentukan oleh faktor diluar kita.      Survei menunjukkan bahwa orang tua yang merasa paling dekat dan merasa diutamakan oleh seorang anak, maka merekalah yang akan diberi kelancaran rizki oleh semesta, sebaliknya mereka yang durhaka dan suka menyakiti hati orang tuanya, Anda bisa menebak sendiri bagaimana kehidupannya.      Ini berarti bahwa berbakti itu lebih banyak hikma

Pola Asuh Efektif Mendidik Anak di Era Digital

Gambar
Orang tua harus mampu berperan mendidik dan membimbing anak untuk tujuan yang benar dan positif. Orang tua yang hebat senantiasa terlibat dalam proses mendidik dengan pola asuh terbaik. Inilah langkah awal pola asuh efektif mendidik anak di era digital. Langkah awal melakukannya selalu dari keluarga. Keluarga sebagai pembentuk karakter anak, perlu mengembangkan pola asuh atau pola interaksi edukatif dan efektif. Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi anak. Ini mengharuskan kualitas komunikasi sebagai kunci utama. Pola  Asuh Efektif Mendidik Anak di Era Digital Semakin sering orang tua berkomunikasi dengan anak, maka anak menjadi lebih percaya diri, lebih ceria, dan mempengaruhi kecerdasan mereka. Komunikasi yang intensif dan efektif membantu perkembangan anak terutama dari segi sosialnya. Jadi, sering-seringlah ajak anak untuk berkomunikasi, bisa melalui menceritakan apa yang dilakukan disekolah, melatih anak memberikan pendapat tentang hal-hal di sekitarnya,