Postingan

Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. Kita Wisuda me l ayani jasa konveksi baju toga, se l empang, dan pembuatan meda l i maupun plakat. Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya :    Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; · SMA A l -Irsyad Purwokerto; · Universitas A l -Irsyad Ci l acap; · MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; · Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; · Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; · MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga wisuda,

Cara Memperoleh Kehidupan Sebenarnya

Gambar
Berapa banyak orang yang mengartikan kebahagiaan?.. yaph sangat banyak. Semua memiliki versi bahagianya masing-masing. Namun belakangan ini saya menemukan pola lain yang mungkin semua orang sudah paham sih. Tapi sepertinya belum semua orang mengaplikasikan. Bahwa ternyata kita bisa membuat kedua pihak bahagia sekaligus dengan cara yang cukup sederhana. Suatu ketika saya mengunjungi sebuah toko perlengkapan bayi untuk memberi kado seorang teman yang sedang berbahagia atas kelahiran bayi pertamanya. Begitu saya datang, raut muka si penjaga toko terlihat bahagia terutama setelah saya melakukan pembelian. Hingga saya difoto bersama produknya dengan pose ala endorsemen (padahal bukan siapa-siapa) untuk bahan promo di kanal Instagram dan WA toko bayi tersebut. Setelah barang dipacking, dikirim dan sampai ke tangan penerima. Kebahagiaan serupa pun berlaku bagi teman saya. Ia berterima kasih, mendoakan, hingga kadonya dishare story di akun instagramnya, "Makasih banyak mas" katanya.

Everything Is Just a Phase, Sure?

Suatu hari si Bambang (bukan nama sebenarnya) fell like nobody.. Ia merasa segala aspek kehidupannya tidak berjalan baik and he completely lost the way. Meanwhile, si Beben (bukan nama sebenarnya) feel something powerfull.. Ia merasa segalanya berjalan dengan baik sesuai rencana. What a life! Banyak cerita tentang hidup orang-orang yang memiliki perbedaan mencolok. Ada orang sepuh 78 tahun yang hidup dari pensiunan dan sakit-sakitan, sementara Joe Biden malah jadi presiden Amerika Serikat di usia yang sama. Lalu, bagaimana fase yang sebenarnya terjadi diantara mereka? Berangkat dari cerita kontradiktif antara Bambang dan Beben tadi, apakah mungkin jika one day hidup mereka berkebalikan suddenly? Entah 5 tahun mendatang, 10 tahun mendatang atau 20 tahun mendatang? Yes, you know the answer. Sangat mungkin bahwa hidup mereka bisa berkebalikan, atau minimal si Bambang cukup bisa unggul dari si Beben dikemudian hari. Is that possible when it's just a phase?. Sebelum membahas lebih jauh.

Branding dulu, Branding lagi, Branding terus

Gambar
Dalam konteks bisnis, pengenalan suatu merek dan nama harus menjadi prioritas agar bisnis bisa berjalan. Tak kenal maka tak sayang, lah gimana mau beli kalau tahu bisnisnya aja ngga?. Kita belum dulu masuk keranah aktivitas periklanan yang hard selling, ataupun praktek online marketing yang lebih halus (convert selling) untuk promosi dan memperkenalkan diri. Saya sendiri sudah mempelajari dunia marketing semenjak 5 tahun terakhir ini. Dan sepertinya memang sudah menjadi passion yang pasti dilakukan setiap hari. Berangkat dari pembelajaran tersebut, ternyata hal terpenting (namun kadang dilupakan) adalah pemberian sebuah nama. Sebisa mungkin nama harus mudah diingat dan gampang diucapkan, bahkan lebih baik jika terdapat sebuah intonasi ketika menyebutnya. Bayangkan kita sudah habis-habisan membranding diri, namun hasilnya tidak sesuai ekspektasi, padahal sudah menghabiskan banyak waktu dan materi. Ternyata akar masalahnya adalah pemberian nama yang kurang tepat. Bukan semata praktek pro

Filosofi Ikan yang Merubah Dunia

Gambar
Theodore Roosevelt, mantan presiden Amerika serikat selalu bertanya kepada orang-orang atau menggali informasi terlebih dahulu mengenai apa yang menjadi minat dan kegemaran dari orang-orang yang akan Ia ajak bicara. Kita tahu bahwa filosofi memancing ikan beliau sering dijadikan pedoman bahkan hingga kini. Bahwa jika kamu ingin mendapatkan ikan, maka siapkan umpan yang menarik buat ikan tersebut. Teori ini sering dibahas dalam buku David Schwartz dan Dale Carnegie. Kamu pasti tahu judul masing-masing buku tersebut. Secara tuh buku terjual lebih dari 15 juta eksemplar, dicetak berkali-kali dan diterjemahkan lebih dari 30 bahasa (saya punya cetakan pertamanya lho btw Hehe). Terutama kita yang pernah ikut seminar MLM (pasti pernah sih) karena jebakan teman macam Tianshi, Melia Biyang, dan CNI yang sekarang entah kemana, pasti 2 buku tersebut jadi bahan rekomendasi. 😁 Nah, bayangkan kita memancing ikan dengan umpan yang tidak menarik perhatian, maka hasilnya pun hanyalah kesia-siaan. Kuci

Kita Bisa kok Jadi Tokoh Utama

Gambar
"Jika saya memberi kamu uang, maka kamu akan mendapatkan uang, dan uang saya jadi berkurang karenanya. Namun Jika saya memberi kamu ilmu, maka kamu akan mendapatkan ilmu, dan saya tetap memiliki ilmu tersebut di kepala saya". Albert Einstein. Albert Einstein yang sangat masyhur sebagai ilmuwan kenamaan, siapa yang tak tahu dia?. Namanya tercantum dalam daftar 100 orang berpengaruh peringkat 6 dari buku karya Michael H. Hart. Namun kita tidak akan membahas tentang Einstein disini, melainkan makna dari ucapan beliau yang sepertinya masih relevan meski era sudah digital. Sesuatu bersifat abstrak memang tidak bisa kita sentuh dan cium, tapi seringkali akan menentukan sejauh mana kualitas hidup kita kedepan lho. Disinilah kemudian paradoks dan masalah terjadi. Kita cenderung tidak menghargai dan menganggap penting ketika sesuatu tidak tampak secara fisik apalagi tak terjamah. Yaph.. Otak manusia memang malas dan capek berpikir ribet sehingga mereka akan merasa praktis dan aman sec

Apakah Bisnis Online Berarti Harganya Murah?

Gambar
Dalam dunia bisnis, para pelaku usaha tidak bisa lepas dari faktor perang harga. Produk dengan harga lebih murah pastinya lebih dilirik oleh pelanggan. Seringkali mereka membeli tanpa memperhatikan kualitas secara mendetail. Yaph... Ga murah ga bakal laku karena selalu ada pesaing menjual lebih murah (atau jauh lebih murah). Bayangkan kamu menjual produk tertentu dan berharap laku keras sedangkan yang lain jelas-jelas menjual produk serupa dengan lebih murah bahkan hingga 50%. Beberapa orang mungkin bisa curiga dengan harga murah lalu bertanya-tanya tentang kualitasnya apakah sepadan atau tidak. Namun perilaku konsumen demikian sangatlah sedikit. Mereka lebih memilih "kalau emang jelek toh beli lagi aja murah ini, daripada mahal-mahal ". Para konsumen pun makin hari makin semena-mena, mereka bertanya bukan karena ingin membeli namun terlebih dahulu membandingkan dengan yang lain. Drama CLBK (chat lama beli kaga) itu sudah makanan sehari-hari bagi para pebisnis khususnya pebis

Waspada terhadap toxic news

Gambar
Belakangan ini portal berita online maupun offline banyak dijejali berita 19 detik. Lama kelamaan hal ini menjadi semacam "toxic news", mungkin ada baiknya filtering berita-berita sekitar kita agar jauh dari unsur justifikasi, sindiran, nyinyiran, dan menyalahkan meski sekedar hiburan. Bahkan kalau perlu off saja sementara waktu. Karena semakin kita mengikuti, semakin besar pula energi negatif yang kita serap. dengan off atau puasa dari media sosial maka kita tak perlu lagi waspada terhadap toxic news. Terkadang tidak lebih tahu seperti kebanyakan orang itu justru lebih menyamankan, dan baik untuk kesehatan. Terlebih jika bicara manusiawi, toh semua orang pasti memiliki aib karena kita bukanlah malaikat, bedanya aib kita tidak ketahuan aja (atau belum). Ingatlah ada pihak-pihak yang tersakiti disaat kita tertawa dan "merasa suci" akibat adanya berita terkait. Manusia tidaklah tercipta untuk itu. Manusia adalah ketika dirinya melihat suatu kedzaliman, maka Ia diam da