Postingan

Menampilkan postingan dengan label kata mutiara

Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. Kita Wisuda me l ayani jasa konveksi baju toga, se l empang, dan pembuatan meda l i maupun plakat. Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya :    Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; · SMA A l -Irsyad Purwokerto; · Universitas A l -Irsyad Ci l acap; · MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; · Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; · Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; · MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga wisuda,

Mengelola Kosakata yang Seharusnya

Banyak ungkapan lagi "in", trend, dan sering diungkapkan belakangan ini baik dunia nyata maupun maya. Kita makin lama makin akrab dengan istilah toxic, mindset, insecure, bucin, overthinking, dll, khususnya para generasi millenial. Mungkin kamu juga salah satu yang ikut memviralkan berbagai istilah tadi. Semakin sering kita menyebutnya, otak manusia biasanya otomatis akan merefleksikannya ke diri sendiri. Namun lebih parah, kita akhirnya sering membandingkan kehidupan kita dengan mereka yang seolah "sempurna" dan "bahagia", sedangkan kita??.. Nah biasanya dari sinilah masalah dimulai dengan segenap kosakata tadi. Bayangkan 2 studi kasus seperti ini, si Doni selalu iri ketika melihat teman circlenya lebih unggul dari dirinya. Ia melihat betapa kerennya si Agus. Relasi luas, kenalan orang besar, akademik cadas, pacar aduhai, bicaranya lugas dan cerdas, dll. Kemudian, Doni merasa sungguh termotivasi. Ia belajar luar biasa jedotin kepala sana-sini,. Yaph tujua

Cara Memperoleh Kehidupan Sebenarnya

Gambar
Berapa banyak orang yang mengartikan kebahagiaan?.. yaph sangat banyak. Semua memiliki versi bahagianya masing-masing. Namun belakangan ini saya menemukan pola lain yang mungkin semua orang sudah paham sih. Tapi sepertinya belum semua orang mengaplikasikan. Bahwa ternyata kita bisa membuat kedua pihak bahagia sekaligus dengan cara yang cukup sederhana. Suatu ketika saya mengunjungi sebuah toko perlengkapan bayi untuk memberi kado seorang teman yang sedang berbahagia atas kelahiran bayi pertamanya. Begitu saya datang, raut muka si penjaga toko terlihat bahagia terutama setelah saya melakukan pembelian. Hingga saya difoto bersama produknya dengan pose ala endorsemen (padahal bukan siapa-siapa) untuk bahan promo di kanal Instagram dan WA toko bayi tersebut. Setelah barang dipacking, dikirim dan sampai ke tangan penerima. Kebahagiaan serupa pun berlaku bagi teman saya. Ia berterima kasih, mendoakan, hingga kadonya dishare story di akun instagramnya, "Makasih banyak mas" katanya.

Branding dulu, Branding lagi, Branding terus

Gambar
Dalam konteks bisnis, pengenalan suatu merek dan nama harus menjadi prioritas agar bisnis bisa berjalan. Tak kenal maka tak sayang, lah gimana mau beli kalau tahu bisnisnya aja ngga?. Kita belum dulu masuk keranah aktivitas periklanan yang hard selling, ataupun praktek online marketing yang lebih halus (convert selling) untuk promosi dan memperkenalkan diri. Saya sendiri sudah mempelajari dunia marketing semenjak 5 tahun terakhir ini. Dan sepertinya memang sudah menjadi passion yang pasti dilakukan setiap hari. Berangkat dari pembelajaran tersebut, ternyata hal terpenting (namun kadang dilupakan) adalah pemberian sebuah nama. Sebisa mungkin nama harus mudah diingat dan gampang diucapkan, bahkan lebih baik jika terdapat sebuah intonasi ketika menyebutnya. Bayangkan kita sudah habis-habisan membranding diri, namun hasilnya tidak sesuai ekspektasi, padahal sudah menghabiskan banyak waktu dan materi. Ternyata akar masalahnya adalah pemberian nama yang kurang tepat. Bukan semata praktek pro

Filosofi Ikan yang Merubah Dunia

Gambar
Theodore Roosevelt, mantan presiden Amerika serikat selalu bertanya kepada orang-orang atau menggali informasi terlebih dahulu mengenai apa yang menjadi minat dan kegemaran dari orang-orang yang akan Ia ajak bicara. Kita tahu bahwa filosofi memancing ikan beliau sering dijadikan pedoman bahkan hingga kini. Bahwa jika kamu ingin mendapatkan ikan, maka siapkan umpan yang menarik buat ikan tersebut. Teori ini sering dibahas dalam buku David Schwartz dan Dale Carnegie. Kamu pasti tahu judul masing-masing buku tersebut. Secara tuh buku terjual lebih dari 15 juta eksemplar, dicetak berkali-kali dan diterjemahkan lebih dari 30 bahasa (saya punya cetakan pertamanya lho btw Hehe). Terutama kita yang pernah ikut seminar MLM (pasti pernah sih) karena jebakan teman macam Tianshi, Melia Biyang, dan CNI yang sekarang entah kemana, pasti 2 buku tersebut jadi bahan rekomendasi. 😁 Nah, bayangkan kita memancing ikan dengan umpan yang tidak menarik perhatian, maka hasilnya pun hanyalah kesia-siaan. Kuci

Apakah Bisnis Online Berarti Harganya Murah?

Gambar
Dalam dunia bisnis, para pelaku usaha tidak bisa lepas dari faktor perang harga. Produk dengan harga lebih murah pastinya lebih dilirik oleh pelanggan. Seringkali mereka membeli tanpa memperhatikan kualitas secara mendetail. Yaph... Ga murah ga bakal laku karena selalu ada pesaing menjual lebih murah (atau jauh lebih murah). Bayangkan kamu menjual produk tertentu dan berharap laku keras sedangkan yang lain jelas-jelas menjual produk serupa dengan lebih murah bahkan hingga 50%. Beberapa orang mungkin bisa curiga dengan harga murah lalu bertanya-tanya tentang kualitasnya apakah sepadan atau tidak. Namun perilaku konsumen demikian sangatlah sedikit. Mereka lebih memilih "kalau emang jelek toh beli lagi aja murah ini, daripada mahal-mahal ". Para konsumen pun makin hari makin semena-mena, mereka bertanya bukan karena ingin membeli namun terlebih dahulu membandingkan dengan yang lain. Drama CLBK (chat lama beli kaga) itu sudah makanan sehari-hari bagi para pebisnis khususnya pebis

Waspada terhadap toxic news

Gambar
Belakangan ini portal berita online maupun offline banyak dijejali berita 19 detik. Lama kelamaan hal ini menjadi semacam "toxic news", mungkin ada baiknya filtering berita-berita sekitar kita agar jauh dari unsur justifikasi, sindiran, nyinyiran, dan menyalahkan meski sekedar hiburan. Bahkan kalau perlu off saja sementara waktu. Karena semakin kita mengikuti, semakin besar pula energi negatif yang kita serap. dengan off atau puasa dari media sosial maka kita tak perlu lagi waspada terhadap toxic news. Terkadang tidak lebih tahu seperti kebanyakan orang itu justru lebih menyamankan, dan baik untuk kesehatan. Terlebih jika bicara manusiawi, toh semua orang pasti memiliki aib karena kita bukanlah malaikat, bedanya aib kita tidak ketahuan aja (atau belum). Ingatlah ada pihak-pihak yang tersakiti disaat kita tertawa dan "merasa suci" akibat adanya berita terkait. Manusia tidaklah tercipta untuk itu. Manusia adalah ketika dirinya melihat suatu kedzaliman, maka Ia diam da

Cara Bisnis Laris Tanpa Ribet

Gambar
Bagaimana ya cara bisnis laris tanpa ribet agar perlengkapan wisuda saya terus diminati? Gampang... Kamu bikin yayasan atau pondok pesantren mas yang meliputi lembaga pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi, Nah pasarin toganya disitu dijamin laku. Kocak... jawaban pertanyaannya sih bener, tapi terlalu polos.. kalau memang punya investor atau modal sekuat itu, mungkin sekarang kita ga jualan toga atau perlengkapan wisuda. 😅 Sebelum kamu buru-buru pesimis, meski terkesan mengada-ada dan tidak mungkin, namun sebenarnya bisa kita siasati. Kita ambil mindsetnya dulu, dan coba untuk melakukannya tapi dalam lingkup atau skala kecil sesuai kemampuan kita. Bisnis Laris Tanpa Krisis Jika belum bisa bikin kampus, Kita bisa selalu berupaya menjalin relasi terbaik dengan pihak kampus. Jika belum sanggup, kita pun bisa ikut menyumbang dana pembangunan kampus dengan anggaran yang ada. Jika belum mampu juga, cobalah ikut terlibat aktif dalam rencana dan visi misi suatu kampus. Memiliki tidak sela

Cara berpikir seorang pemenang

Gambar
Seringkali alasan selalu digunakan sebagai pembenaran atas ketidakmampuan.. Membuat otak kita berhenti berpikir dan kreatif.. Boleh jadi ini merupakan jebakan, menjadikannya lingkaran setan bahkan tanpa kita sadari.. Padahal selalu ada cara meski sesulit apapun keadaan jika kita mau lebih berusaha daripada mencari alasan.. Tanyakan pada diri sendiri, jangan-jangan kita hanya malas untuk bergerak dan memilih sembunyi dibalik alasan yang sebenarnya bukanlah sejatinya alasan.. Pada akhirnya, kita jadi tahu dan sadar bahwa mindset demikian bukanlah cara berpikir seorang pemenang..  Terlebih bila bicara tentang kadar, maka selalu ada mereka yang mengalami kesulitan lebih besar dibandingkan kita, Sebagaimana selalu ada juga yang lebih ringan kesulitannya dibandingkan kita.. jadi ganti pola pikirmu sekarang, sebelum itu makin menghisap hidupmu dan mengabaikan segala peluang keberhasilan.. Karena tindakan seseorang selalu ditentukan dari pikiran.. Semakin berdalih, semakin berkurang kualitasmu

Journey of Kita Wisuda 1

Seiring berjalannya waktu, pengetahuan saya tentang bahan dan kain baju pun semakin berkembang (saat itu 2016), terutama ketika diaplikasikan untuk seragam toga wisuda. Suatu ketika saya memperoleh informasi dari salah satu tukang bordir di Purwokerto ketika ingin membordir selempang nama disana, bahwa “beli bahan cuma seperempat meter juga boleh ko mas”. Mulai saat itu, saya tersadar bahwa banyak penjahit bilang: “beli bahan itu harus banyak, jadi kalau bikinnya cuma sedikit ya saya rugi mas”. Itu ternyata tidak sepenuhnya benar, mereka menolak untuk mengerjakan proyek dalam skala kecil karena keuntungannya sedikit. Bukan karena masalah beli bahan yang tidak boleh sedikit. Lalu saya diberitahu untuk pertama kali oleh tukang bordir setempat lokasi beli bahan atau tekstil dimana.. nama tokonya saat itu “Harapan Jaya”, masih di sekitar wilayah itu juga di daerah kebon Dalem Purwokerto. Saya langsung berjalan mendatangi toko tersebut, dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, melih

Dilema Antara Wisuda dan Fakta

Suatu ketika seorang mahasiswa (sebut saja Rofiq) berkunjung untuk mencari jasa perlengkapan wisuda. Perawakannya tegap dan besar.. ternyata Rofiq adalah mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed yang juga aktif sebagai pesepakbola di fakultasnya. Sikapnya baik, ramah, dan rendah hati. Namun terlihat jelas ada masalah yang membebani di matanya. Setelah proses transaksi selesai di store Kita Wisuda yang berlokasi di Purwokerto, Tiba-tiba Ia terus terang bercerita kepada saya mengenai apa yang sedang terjadi di keluarganya. Ternyata ibundanya sedang sakit parah dan dirawat di kampung halamannya. Melihat kondisi ibunya seperti itu, Ia tidak sampai hati untuk mengutarakan yang sebenarnya ke Ibunda, bahwa ternyata Ia belum berhasil diwisuda periode ini sesuai harapan ibunya. Menurutnya, penyebab ibunya sakit adalah karena terlalu sedih memikirkan putranya yang tak kunjung wisuda. Berangkat dari itu, Ia mengalami posisi dilematis. Di satu sisi, Ia tak ingin berbohong kepada ibunya

Wisuda Hanyalah Bonus

Gambar
Selamat malam... Bersama pejuang pendidikan Pak Hasan dan Pak Ruslim.. Para penyebar ilmu dengan membentuk lembaga tingkat TK/MI yang dirintis dari nol... Berbincang panjang lebar tentang rintangan dan tantangan membangun infrastruktur pendidikan.. Ditentang warga dan pemerintah setempat.. Mengalami intimidasi sana-sini. Sungguh terlihat rona ketulusan mereka dalam membentuk generasi islam yang berkarakter.. Sama halnya dengan ibu saya yang juga membangun madrasah di desanya.. Saya respek dengan kunjungan mereka di Kita Wisuda, untuk bahu membahu menyemarakkan momen kelulusan sekolah... "Saya pengen murid-murid pake baju toga, sebagai pelopor kelulusan angkatan pertama mas". Wah... Siap mengupayakan sepenuh hati.. Semoga makin maju dan berkembang sekolahnya pak.. 👍 Sebagai lulusan angkatan pertama, memang momennya harus maksimal pak.. 😇 Hehee.. Niscaya ada jalannya ketika wisuda hanyalah bonus dari sekian perjuangan Anda sebagai pendidik... Kami tunggu foto a

Kita Wisuda adalah Jawaban perlengkapan wisuda

Gambar
Kita Wisuda Jawaban perlengkapan wisuda Alasan memilih Kita Wisuda: 1. Kami telah bekerjasama dengan banyak kampus dan sekolah.. 2. Produk kami telah tersebar lebih dari 50 kota di indonesia 3. Produk wisuda kami adalah terlengkap & terbanyak dengan harga dibawah rata-rata 4. Berpengalaman lebih dari 3 tahun dalam membantu resepsi wisuda kampus/sekolah Buktikan... Kami adalah terpercaya & terbaik dalam wisuda.. Hubungi customer service (CS) kami untuk info & pemesanan melalui: Wa 0857 2916 2262 , Fan Page Kita Wisuda Instagram kitawisuda Line @kitawisuda Hanya Kita Wisuda gan... Mitra yang mengerti Anda.. Sukses selalu..😃👍😇 Pusat perlengkapan wisuda

Bukti Online Shop by Kita Wisuda

Gambar
Berikut ini beberapa bukti online shop by kita wisuda. Kumpulan screenshoot bukti transferan, bukti pengiriman, dan bukti pembelian produk-produk Kita Wisuda. Kami sudah mengirim secara nasional ke seluruh kota di Indonesia. Seperti Papua, Pekanbaru, Medan, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, dll. Tidak hanya satuan, Kita Wisuda juga beberapa kali mengerjakan proyek partai besar yang bekerjasama dengan berbagai institusi pendidikan. Langsung saja cek dan tengok gambar-gambar screenshoot dari kami sebagai bahan pertimbangan Anda. Sebagai catatan, semua screenshoot pembayaran maupun pengiriman dibawah ini adalah benar dan nyata adanya. Tanpa rekayasa ataupun maksud tipu-tipu. So, ini dia... Kita Wisuda (Pusat Perlengkapan Wisuda)   bukti online shop Kita Wisuda Toko Online Kita Wisuda Kita Wisuda Pusat Perlengkapan Wisuda Kita Wisuda Pusat Perlengkapan Wisuda Masih ingin melihat lebih banyak lagi testimoni? Masih belum puas dengan semua tes