Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendidikan

Selamat Datang di Situs Resmi Kita Wisuda

Selamat Datang di Layanan CV Kita Wisuda!

Kami ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi website kami . Kita Wisuda merupakan sarana yang kami sediakan untuk menjalin hubungan ke mitraan dengan institusi maupun perusahaan A nda. Kami berharap website ini dapat membangun kepercayaan Anda kepada kami untuk bekerjasama saling menguntungkan kedepannya. CV Kita Wisuda melayani jasa konveksi dan sewa baju toga wisuda, selempang wisuda, dan pembuatan plakat maupun medali wisuda . Saat ini a l amat kami berada di dua kota, yaitu kota Purwokerto dan kota Cirebon. Sejauh ini kita te l ah menja l in kerjasama dengan beberapa universitas dan seko l ah, diantaranya : Universitas Jendera l Soedirman Purwokerto; SMA A l -Irsyad Purwokerto; Universitas A l -Irsyad Ci l acap; MTS Wathoniyah Japurabakti Cirebon; Taman Kanak-Kanak AN-Nur Hidayah Cirebon; Madrasah Diniyah AN-Nur Hidayah Cirebon ; MTS NU Ma’arif Kranceng Purba l ingga, Dsb. Bentuk kerjasama tersebut berupa persewaan dan konveksi baju toga w

Partnership Aksesoris Toga Kita Wisuda

Gambar
Halo rekan sekalian.. Jika Anda bisa melihat video ini maka SELAMAT Anda memiliki kesempatan untuk bergabung menjadi agen Kita Wisuda di kota Anda. Kenapa SELAMAT? Emang untungnya menjadi agen apa? Yaa jadi CV Kita Wisuda merupakan penyedia produk kelulusan terkini dengan konsep keagenan satu-satunya di Indonesia. Kami telah memiliki sistem bisnis mudah dan praktis untuk dijalankan secara efektif. Dan dengan menjadi agen maka Anda memiliki potensi income yang besar. Sangat cocok untuk Anda yang bergerak di bidang percetakan maupun usaha lainnya sebagai sarana varian produk. Tapi sayangnya slot agen di setiap kota dibatasi. Agar setiap agen yang sudah bergabung bisa tetap memiliki profit besar. Buruan amankan slot agen di kota Anda Info lengkapnya langsung aja klik tombol  disini kemitraan wisuda grosiran Kita Wisuda

Tragedi Libur Semester Mahasiswa

Gambar
 Setelah semester 6 usai, saat itu pula libur perkuliahan dimulai. Dihari libur perkuliahan, diriku menyempatkan pergi ke sawah untuk memancing belut,. Dengan hati gembira aku langsung mencari lubang belut, setelah mendapatkan lubang yang sedang aku cari Aku langsung memasukkan pancingan belutku ke lubang, setelah menunggu akhirnya umpanku langsung dimakan oleh belut. Dengan hati gembira, aku menunggu belut tersebut memakan pancinganku, setelah 2 menit aku menunggu.  Langsung kutarik pancinganku dengan sekuat tenaga, agar belut tersebut Tidak lepas, Rupanya belut tersebut, kotor ditimpa oleh lumpur, dengan cepat diriku bergegas mencari air untuk membersihkan belut tersebut, setelah kubersihkan belutnya, aku amati terus belut nya. Ehhh ternyata yang kudapat rupanya se ekor   ular sawah, Dengan merinding nya diriku bergegas, meninggalkan sawah tersebut, beserta pancinganku dan juga ular sawah.. Sungguh Malang Ceritaku dipagi hari ini😭 Ada yang punya tragedi Libur serupa?

Antara Gengsi dan Tuntutan Pasca Wisuda

Sekolah Tinggi-Tinggi Sampai Sarjana Kok Ujung-Ujungnya Jualan, Tidak Berguna Dong Ijazahnya Siapa yang bingung dengan orang yang menganggap dagang atau berjualan itu hina dan rendah di matanya?  Apakah seperti itu sebuah penghinaan atau bukan? Sampai ada orang bilang seperti ini : "sekolah tinggi-tinggi sampai sarjana kok ujung-ujungnya berdagang? Motivasi sekolah itu apa? Salah satunya meningkatkan taraf hidup, bukan? Kalau di rumah bisa begitu kenapa tidak? Kerja di kantor? Itu dinamakan dagang skill juga yang membedakan bungkusnya doank jadi malunya kenapa dan dimana? Jangan pernah malu dan gengsi ketika mencari uang yang halal. Jangan pernah malu dan gengsi ketika berdagang karena itu adalah suatu pekerjaan yang mulia. Jangan pernah minder sama yang bekerja kantoran pakai baju dinas yang bagus sementara kita dagang ngendon dirumah pakai baju biasa setiap hari tidak masalah karena dunia kerja itu bukan pameran baju yang bagus.  Gengsi dan malu perlu, hanya saja jangan pernah m

Momen Wisuda Lebih Seru dan Menarik Bersama Kita Wisuda

Hari wisuda adalah hari membanggakan yang pastinya menjadi suatu hal yang wajib diabadikan. Wisuda merupakan momen kelulusan yang tentunya sangat kamu tunggu-tunggu. Wisuda adalah tanda bahwa kamu telah menyandang gelar dan rangkaian terakhir dari perkuliahanmu yang sangat panjang dan penuh perjuangan. Tentunya disaat momen wisuda ini ada orangtua yang senantiasa mendampingi anaknya dan tidak lupa untuk foto bersama keluarga serta teman-teman yang datang. Setiap gaya berfoto pun ada baiknya disesuaikan dengan background fotonya. Background Klasik untuk Foto Keluarga Wisuda merupakan salah satu pilihan yang wajib kamu lakukan saat bersama keluarga. Foto formal tentunya akan memiliki background klasik. Hal ini juga akan seru ketika foto wisuda hendak kamu pajang di dinding ruang tamu rumah kamu. Wisuda umumnya memakai kebaya sebagai dresscode-nya. Untuk bapak menggunakan batik atau setelan jas, sedangkan ibu menggunakan kebaya atau pakaian formal lainnya.  Oya, saat wisuda pasti kamu aka

Bekerja Keraslah Sampai Kampusmu mengundang dirimu Setelah Wisuda

Aku memasuki bangunan besar yang sangat familiar dan sudah sepuluh tahun lamanya tidak ku kunjungi. Tempat ini tidak banyak berubah, masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Aku masih hafal seluk-beluk tempat ini, sampai ke sudutnya sekalipun. Mungkin karena saat ini masih jam kuliah, tidak terlalu banyak mahasiswa yang bercengkerama di lobby. Ya, tempat ini adalah universitas di mana aku menuntut ilmu sepuluh tahun yang lalu. Aku menekan tombol lift untuk menuju ke ruang auditorium. Sampai di sana, sudah ada beberapa orang berkerumun di depan ruangan. Kemudian aku dihampiri oleh salah satu mahasiswi yang memakai jaket BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan menyapaku dengan nada riang, “halo Mas Ricky, saya Lia. terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk datang.” Aku pun diantar menuju ruangan tunggu yang berada di belakang ruang auditorium. Ruangan ini sudah jauh lebih rapi dibanding ketika zamanku dulu, ditambah beberapa hiasan estetik di sekitar ruangan. Selama menunggu, aku ditem

Mengelola Kosakata yang Seharusnya

Banyak ungkapan lagi "in", trend, dan sering diungkapkan belakangan ini baik dunia nyata maupun maya. Kita makin lama makin akrab dengan istilah toxic, mindset, insecure, bucin, overthinking, dll, khususnya para generasi millenial. Mungkin kamu juga salah satu yang ikut memviralkan berbagai istilah tadi. Semakin sering kita menyebutnya, otak manusia biasanya otomatis akan merefleksikannya ke diri sendiri. Namun lebih parah, kita akhirnya sering membandingkan kehidupan kita dengan mereka yang seolah "sempurna" dan "bahagia", sedangkan kita??.. Nah biasanya dari sinilah masalah dimulai dengan segenap kosakata tadi. Bayangkan 2 studi kasus seperti ini, si Doni selalu iri ketika melihat teman circlenya lebih unggul dari dirinya. Ia melihat betapa kerennya si Agus. Relasi luas, kenalan orang besar, akademik cadas, pacar aduhai, bicaranya lugas dan cerdas, dll. Kemudian, Doni merasa sungguh termotivasi. Ia belajar luar biasa jedotin kepala sana-sini,. Yaph tujua

Cara Memperoleh Kehidupan Sebenarnya

Gambar
Berapa banyak orang yang mengartikan kebahagiaan?.. yaph sangat banyak. Semua memiliki versi bahagianya masing-masing. Namun belakangan ini saya menemukan pola lain yang mungkin semua orang sudah paham sih. Tapi sepertinya belum semua orang mengaplikasikan. Bahwa ternyata kita bisa membuat kedua pihak bahagia sekaligus dengan cara yang cukup sederhana. Suatu ketika saya mengunjungi sebuah toko perlengkapan bayi untuk memberi kado seorang teman yang sedang berbahagia atas kelahiran bayi pertamanya. Begitu saya datang, raut muka si penjaga toko terlihat bahagia terutama setelah saya melakukan pembelian. Hingga saya difoto bersama produknya dengan pose ala endorsemen (padahal bukan siapa-siapa) untuk bahan promo di kanal Instagram dan WA toko bayi tersebut. Setelah barang dipacking, dikirim dan sampai ke tangan penerima. Kebahagiaan serupa pun berlaku bagi teman saya. Ia berterima kasih, mendoakan, hingga kadonya dishare story di akun instagramnya, "Makasih banyak mas" katanya.

Kita Bisa kok Jadi Tokoh Utama

Gambar
"Jika saya memberi kamu uang, maka kamu akan mendapatkan uang, dan uang saya jadi berkurang karenanya. Namun Jika saya memberi kamu ilmu, maka kamu akan mendapatkan ilmu, dan saya tetap memiliki ilmu tersebut di kepala saya". Albert Einstein. Albert Einstein yang sangat masyhur sebagai ilmuwan kenamaan, siapa yang tak tahu dia?. Namanya tercantum dalam daftar 100 orang berpengaruh peringkat 6 dari buku karya Michael H. Hart. Namun kita tidak akan membahas tentang Einstein disini, melainkan makna dari ucapan beliau yang sepertinya masih relevan meski era sudah digital. Sesuatu bersifat abstrak memang tidak bisa kita sentuh dan cium, tapi seringkali akan menentukan sejauh mana kualitas hidup kita kedepan lho. Disinilah kemudian paradoks dan masalah terjadi. Kita cenderung tidak menghargai dan menganggap penting ketika sesuatu tidak tampak secara fisik apalagi tak terjamah. Yaph.. Otak manusia memang malas dan capek berpikir ribet sehingga mereka akan merasa praktis dan aman sec

Apakah Bisnis Online Berarti Harganya Murah?

Gambar
Dalam dunia bisnis, para pelaku usaha tidak bisa lepas dari faktor perang harga. Produk dengan harga lebih murah pastinya lebih dilirik oleh pelanggan. Seringkali mereka membeli tanpa memperhatikan kualitas secara mendetail. Yaph... Ga murah ga bakal laku karena selalu ada pesaing menjual lebih murah (atau jauh lebih murah). Bayangkan kamu menjual produk tertentu dan berharap laku keras sedangkan yang lain jelas-jelas menjual produk serupa dengan lebih murah bahkan hingga 50%. Beberapa orang mungkin bisa curiga dengan harga murah lalu bertanya-tanya tentang kualitasnya apakah sepadan atau tidak. Namun perilaku konsumen demikian sangatlah sedikit. Mereka lebih memilih "kalau emang jelek toh beli lagi aja murah ini, daripada mahal-mahal ". Para konsumen pun makin hari makin semena-mena, mereka bertanya bukan karena ingin membeli namun terlebih dahulu membandingkan dengan yang lain. Drama CLBK (chat lama beli kaga) itu sudah makanan sehari-hari bagi para pebisnis khususnya pebis

Jauhi pembodohan disekitarmu Sebelum menghisap kehidupanmu

Gambar
Belajar dari pengalaman tidak semudah mengucapkannya dan tidak selalu indah hasilnya.. Ia dengan PD mengaku sudah belajar, sudah kaya akan pengalaman tertentu, namun anehnya tetap saja jatuh ditempat yang sama di kemudian hari, bahkan lebih parah.. Seringkali Ia tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang jadi penyebab.. Ia mencoba menganalisis, berpikir keras, mencari tahu berbagai sumber, dan mencoba sok bijak instrospeksi.. Pada akhirnya Ia memperoleh jawaban yang sepertinya jawaban.. sekali lagi sepertinya!.. Bahwa ternyata belajar dari pengalaman is bullshit!.. situasi selalu berubah, objek yang berhubungan dengan dirinya juga selalu berbeda, yang berarti membuat kondisi serba dinamis dan selalu sulit ditebak.. Ia memahami sebuah "ciri-ciri" berdasarkan pengalaman (katanya dengan percaya diri), bahwa jika begini berarti begitu, bahwa jika begitu berarti begini (sesuai pengalaman).. Eh ternyata ditempat atau kondisi lain, ciri tersebut bisa tidak ditemukan sama sekali, padah

Reformasi Pendidikan dilanda ujian

Nasib pendidikan ditengah pandemi, infrastruktur pendidikan, hingga sub-komponen lain yang mempengaruhi kualitas pendidikan nasional. Era neoliberalisme yang selama ini menjadikan pendidikan sebagai komoditi bisnis pun kabarnya sedang diambang keruntuhan. Namun, ditengah wabah Corona ini nyatanya praktik pendidikan di Indonesia tak juga menyenangkan. KBM hanya sekedar dipindahkan dari yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka di kelas nyata, sekarang bertatap muka via dunia maya dengan jumlah murid yang sama. Sekolah-sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA tidak bisa menjalankan pembelajarannya di dalam ruang kelas. Reformasi pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua. Berbagai metode pembelajaran ditawarkan agar perkuliahan dan pembelajaran bisa tetap berjalan ditengah wabah yang menjangkit ini, hingga saaat ini belum ada metode yang memadai dalam menjalankan aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien untuk keberlangsungan pendidikan yang berkualitas ditengah wabah Covid-19 ini.

Wisuda Sebagai Apresiasi atau Pemborosan?

Wisuda, Apresiasi Pendidikan atau Pemborosan? Di akhir program studi, Dewan Penguji menilai apakah seorang siswa memiliki pengetahuan, wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk lulus. Apa yang harus dilakukan tergantung pada pendidikan Anda. Wisuda, baik sekolah menengah, perguruan tinggi, atau dengan gelar lanjutan, adalah hari penting bagi semua orang yang terlibat. Upacara wisuda dipenuhi dengan tradisi seperti memindahkan rumbai dari satu sisi topi ke sisi lain atau tali yang dikenakan para lulusan di leher mereka. Tali ini tersedia dalam berbagai warna dan memiliki arti yang beragam. Salah satu tujuan utama tali toga adalah untuk membedakan jurusan atau minor. Hampir setiap primer atau sekunder menggunakan warna tertentu untuk bidang tertentu dalam setting seremonial. Dipakai oleh lulusan untuk menandakan jurusan atau minor mereka untuk upacara kelulusan, tali, kerudung atau stola. Beberapa warna kabel sains yang paling umum termasuk emas, hijau, dan putih. Emas sains telah d

Pro kontra RUU Cipta Kerja

Gambar
Sejak diwacanakan sebagai inisiatif hingga penyerahan ke DPR, RUU ini telah menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat. Sebagai informasi, UU Cipta Kerja ini terdiri dari 15 bab dan 174 pasal yang berdampak terhadap 1.203 pasal dari 79 undang-undang terkait, dan terbagi dalam 7.197 daftar inventarisasi masalah. Omnibus Law RUU Cipta Kerja kerap disebut menawarkan kemudahan dalam pendirian koperasi, dengan menetapkan setidaknya jumlah pendirian oleh 9 orang. Kemudian masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun, dapat 3 bulan upah dan seterusnya. Wisuda di tengah demonstrasi Dalam pidatonya, presiden Jokowi memang menyebut pentingnya menyederhanakan birokrasi. Pemerintah beralasan bahwa untuk memberikan hak dan perlindungan bagi jenis pekerjaan tersebut, perlu pengaturan upah berbasis produktifitas kerja yang tidak menghapus ketentuan upah. "Hubungan kerja antara perusahaan alih daya dengan buruh didasarkan pada perjanjian kerja waktu tertentu atau perjanjian kerja waktu

Topi Wisuda

Gambar
Banyak yang beranggapan bahwa awalnya tali topi toga diletakkan disebelah kiri mengingat pada saat kuliah, mahasiswa menggunakan otak kiri yang berhubungan dengan bahasa dan juga hafalan. Pada umumnya kita melihat jubah dan topi persegi berwarna hitam, kecuali Columbia University yang menggunakan warna biru untuk baju kelulusannya. Nah, terus sejak kapan ya toga jadi melekat dengan wisuda dan kenapa juga tali di topinya harus disampirkan dari kiri ke kanan?! Yuk kita kulik faktanya bersama-sama. Topi ini mulai populer pada abad ke-14 dan ke-15 dan hanya dipakai oleh seniman, siswa, dan siapapun yang belajar. menggeser tali topi wisuda Meski saat memakainya timbul rasa bangga yang begitu besar, agaknya nggak semua orang tahu bagaimana sejarah maupun filosofi dibalik penggunaan toga. Bahkan, toga buru-buru dikembalikan usai seremoni wisuda dirayakan, seolah toga sudah nggak penting lagi keberadaannya. Satu hal yang mestinya menjadi perhatian adalah bagaimana caranya agar bisa men

Menjadi Leader Dengan Menjadi Follower

Suatu kepemimpinan hanya akan efektif lewat kemampuan mereka (pemimpin) dalam menghadapi pengikut. Seorang pemimpin tidak bisa hanya menuntut pengikutnya untuk bersikap atau berperilaku tertentu sebelum Ia sendiri memberi contoh. Para pengikut akan selalu meniru sikap dan perbuatan para pemimpin mereka. Seorang pemimpin harus memodelkan kepemimpinan yang diinginkan, karena hal ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan iklim yang kondusif. Seorang leader juga harus bersikap aktif, membangkitkan aktivitas produktif, serta mendorong, menciptakan, dan memimpin perubahan dalam organisasi. Seorang pemimpin harus menjadi agen perubahan, bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi lingkungannya. Lebih jauh, sikap seorang pemimpin yang dibarengi dengan atmosfir positif dalam suatu organisasi dapat mendorong orang-orang untuk mencapai hal-hal besar. Dengan atmosfir positif, seorang pemimpin akan terlihat lebih baik dan kinerja pengikut akan meningkat. Sayang sekali, sebagian pemimpin tid

Berbakti mengundang rejeki, Durhaka mengundang petaka

Gambar
     Semua maklum dengan kisah sang Malin kundang yang konon dikutuk menjadi batu akibat durhaka kepada ibunya. Kisah ini memang fiktif, namun tersirat pesan bermakna didalamnya.      Coba perhatikan Orang-orang terdekat sekitar kita. Setiap orang dalam satu keluarga pada umumnya memiliki satu yang berhasil sementara yang lain kurang (dari segi materi). Ini merupakan fitrah manusia yang ditetapkan yang Kuasa, tentunya ada banyak pelajaran dibaliknya.      Pertanyaannya? Apakah Anda termasuk yang berhasil tersebut atau yang bukan?. Ternyata beda takdir akan materi tersebut ditentukan oleh diri sendiri, bukan semata ditentukan oleh faktor diluar kita.      Survei menunjukkan bahwa orang tua yang merasa paling dekat dan merasa diutamakan oleh seorang anak, maka merekalah yang akan diberi kelancaran rizki oleh semesta, sebaliknya mereka yang durhaka dan suka menyakiti hati orang tuanya, Anda bisa menebak sendiri bagaimana kehidupannya.      Ini berarti bahwa berbakti itu lebih banyak hikma

Pola Asuh Efektif Mendidik Anak di Era Digital

Gambar
Orang tua harus mampu berperan mendidik dan membimbing anak untuk tujuan yang benar dan positif. Orang tua yang hebat senantiasa terlibat dalam proses mendidik dengan pola asuh terbaik. Inilah langkah awal pola asuh efektif mendidik anak di era digital. Langkah awal melakukannya selalu dari keluarga. Keluarga sebagai pembentuk karakter anak, perlu mengembangkan pola asuh atau pola interaksi edukatif dan efektif. Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi anak. Ini mengharuskan kualitas komunikasi sebagai kunci utama. Pola  Asuh Efektif Mendidik Anak di Era Digital Semakin sering orang tua berkomunikasi dengan anak, maka anak menjadi lebih percaya diri, lebih ceria, dan mempengaruhi kecerdasan mereka. Komunikasi yang intensif dan efektif membantu perkembangan anak terutama dari segi sosialnya. Jadi, sering-seringlah ajak anak untuk berkomunikasi, bisa melalui menceritakan apa yang dilakukan disekolah, melatih anak memberikan pendapat tentang hal-hal di sekitarnya,

Wisuda Bukan Mahasiswa, Perlukah?

Gambar
Wisuda Bukan Mahasiswa, Perlukah?  Upacara wisuda kini tak lagi hanya dilakukan oleh para mahasiswa, bahkan balita berusia tiga tahun di Inggris kini juga melakukan wisuda setelah meninggalkan PAUD atau taman kanak-kanak. Kita Wisuda melihat fenomena ini sebagai waktu transisi anak-anak sebelum memasuki sekolah dasar. Toga Wisuda SD Hal ini menjadi populer diantara para orangtua. Tampaknya aksi upacara wisuda balita ini sekaligus dapat menjadi penyemangat para mahasiswa yang sedang memperjuangkan skripsi tingkat akhir. Dengan jubah dan topi wisuda layaknya mendapat gelar tinggi, anak-anak ini melaksanakan prosesi peresmian kelulusan dengan tampil di depan panggung satu persatu. Namun demikian, banyak pengguna media sosial twitter dan facebook yang mencibir aksi wisuda balita ini. Banyak yang beranggapan bahwa aksi tersebut berlebihan. Belum tentu juga mereka mengerti arti dan makna wisuda yang dilakukan terhadapnya mengingat usia yang masih balita.